5 Langkah Mudah Memulai Usaha Tani Jagung dengan Proyeksi Keuntungan Sebesar 13juta/bln

Usaha pertanian memang menjadi salah satu usaha yang menguntungkan, terutama bagi penduduk desa.

Untuk memulai usaha pertanian jagung 1ha, baik jagung manis maupun jagung hibrida bukanlah hal yang sulit dilakukan.

usaha tani jagung budidaya
Bisa di mulai dengan mudah menggunakan modal yang kecil.

1. Persiapan Awal

Anda dapat memulai bisnis pertanian jagung di sawah dengan ukuran kecil. Hal yang harus Anda perhatikan jika ingin membuka bisnis pertanian jagung yaitu :

– Pelaku Bisnis

Pelaku bisnis ini disesuaikan dengan niat dari hati Anda masing-masing. Anda yang belum memiliki pekerjaan, dalam arti sedang menganggur.

– Konsumen

Setiap usaha tentu akan ada konsumen yang ikut serta membeli produk Anda dan ikut meramaikannya. Jika Anda memiliki bisnis tani jagung, akan sangat mudah mencari konsumen.

– Mempersiapkan peralatan pertanian

Anda pastinya membutuhkan peralatan untuk menanam jagung seperti penyewaan lahan, cangkul, golok, timba, gerobak dorong, sabit dan wadah.

Selain itu juga memerlukan bahan untuk usaha Anda seperti pupuk alami, pestisida, pembasmi hama dan bibit jagung.

– Menentukan harga jual yang murah dan bersaing.

Sebelum Anda memulai usaha ini tentu harus memiliki patokan harga yang nantinya bisa Anda ambil sebagai keuntungan.

Harga jual biasanya dalam satuan kilogram 3000-6000 rupiah, sebenarnya tergantung harga pasaran.

2. Perkiraan Modal Awal

PeralatanHarga
Penyewaan LahanRp 3.450.000
Bibit JagungRp 520.000
Alat CangkulRp 230.000
GolokRp 43.500
TimbaRp 80.000
Gerobak DorongRp 173.500
SabitRp 75.500
WadahRp 77.500
Peralatan tambahan lainnyaRp 98.500
Jumlah InvestasiRp 4.748.500

a. Biaya Operasional Per Bulan

Biaya TetapNilai
Sewa lahan 1/12 x Rp. 3.450.000Rp 287.500
Bibit jagung 1/44 x Rp 520.000Rp 11.818
Cangkul 1/44 x Rp. 230.000Rp 5.227
Golok 1/62 x Rp. 43.500Rp 701
Timba 1/44 x Rp. 80.000Rp 1.818
Gerobak dorong 1/62 x Rp 173.500Rp 2.798
Sabit 1/62 x Rp 75.500Rp 1.217
Wadah 1/44 x Rp. 77.500Rp 1.761
Peralatan tambahan 1/44 x Rp. 98.500Rp 2.238
Total Biaya TetapRp 315.078

b. Biaya Variabel

 HargaJumlah
Pupuk AlamiRp 13.000 x 30Rp 390.000
PestisidaRp 22.000 x 30Rp 660.000
Pembasmi HamaRp 9.000 x 30Rp 270.000
Biaya PerawatanRp 15.000 x 30Rp 450.000
Biaya TransportasiRp 28.000 x 30Rp 840.000
Biaya PengemasanRp 12.000 x 30Rp 360.000
BBMRp 35.000 x 30Rp 750.000
Total Biaya VariabelRp 3.720.000

c. Total Biaya Operasional

Biaya tetap + Biaya variabel

Rp 315.078 + Rp 3.720.000 = Rp 4.035.078

Untuk membuka usaha tani jagung manis ini cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Semua orang tentu membutuhkan jagung untuk makanan sehari-hari seperti perkedel jagung, sop dan lain sebagainya.

3. Pendapatan per Bulan

Anda menjual jagung per kilo dengan harga Rp 3.500. Misalkan dalam satu hari Anda bisa menjual jagung hingga 128 kg, maka pendapatan per bulan yaitu :

128 kg  x  Rp 3.500  =  Rp 448.000

Rp 448.000  x  30 hari  =  Rp  13.440.000

4. Keuntungan per Bulan

Laba = Total pendapatan – Total biaya operasional

Rp 13.440.000 – Rp 4.035.078 = Rp 9.404.922

Baca juga
Analisa Usaha Budidaya Pohon GaharuAnalisa Budidaya Cabe Rawit
Analisa Usaha Budidaya Jamur KupingAnalisa Usaha Budidaya Singkong
Analisa Budidaya CengkehAnalisa Usaha Budidaya Pohon Aren

5. Analisa SWOT

Strenght (Kelebihan) : Pertanian jagung ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat dan ladang pertanian jagung juga tentu sangat luas sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat.

Weakness (Kelemahan) : Memerlukan fisik yang kuat, tidak pantang menyerah jika ingin membuahkan hasil yang memuaskan.

Opportunities (Peluang) : Jagung sangat laku jika di jual di pasaran, jagung banyak dibutuhkan untuk membuat menu makanan.

Threats (Resiko) : Tanah lahan untuk pertanian jagung akan kekeringan jika menanam pada musim panas, sebaliknya jika pada musim hujan jagung juga tidak akan tumbuh dengan sempurna karena tanah yang terlalu lembek akibat genangan air.

6. Tips Menghemat Modal

Anda mungkin akan khawatir jika modal yang dikeluarkan akan sangat banyak, tetapi Anda juga bisa mengatur sendiri pengeluaran yang digunakan untuk usaha Anda. Lalu bagaimana cara menghemat modal?

Caranya yaitu, dengan membeli peralatan yang penting saja, kalau seperti cangkul, golok, sabit, wadah dan alat lainnya biasanya semua orang pasti memilikinya.

Sehingga dengan demikian akan menghemat pengeluaran atau modal awal usaha.

[Total: 1    Average: 5/5]

Recommended For You

Disclaimer :

Diantara sebagian artikel di blog kami biasanya berisi informasi dari banyak macam sumber referensi. Hak cipta berupa teks, gambar, video serta link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika terdapat masalah terkait hal tersebut, Anda dapat menghubungi kami melalui pesan kontak disini.

About the Author: Yudha Pratama

Just a simple guy work for fun as Content & Copywriter. Graphic designer, Sketcher. Editor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *