Press "Enter" to skip to content

Peluang Bisnis Toko Bahan Bangunan Kecil-Kecilan

Luna Kidia 0

Last updated on Februari 18, 2019

Membuat rumah tentu memerlukan bahan bangunan dalam proses pembuatannya. Bahan bangunan untuk rumah meliputi apa saja? Seperti bata, semen, pasir, besi dan masih banyak yang lain.

Melihat kondisi demikian Anda tentu berpikir bagaimana cara mendapatkan penghasilan dengan melihat kebutuhan masyarakat. Anda bisa juga membuka usaha toko bangunan.

Peluang Usaha Toko Bangunan
sumber : tokomaterial.wordpress.com

Perlu Anda perhatikan bahwa sebelum memulai usaha alangkah sebaiknya melakukan persiapan untuk memantapkan usaha Anda.

Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai usaha? Mari kita simak bersama ulasan berikut ini.

  1. Analisa Pengeluaran Modal Usaha
KebutuhanHarga
Penyewaan tempatRp 700.000
Batu bataRp 200.000
PasirRp 500.000
BesiRp 700.000
PakuRp 100.000
Cat minyak dan Cat airRp 1.000.000
Kawat 30 meterRp 90.000
SemenRp 500.000
Bahan tambahan lainnyaRp 100.000
Biaya  transportasiRp 20.000
Gaji karyawan (3)Rp 1.500.000
Total pengeluaranRp 5.410.000
  1. Pendapatan Anda per Bulan

Misalkan Anda menarget  harga penjualan pasir Rp 150.000, harga penjualan besi  Rp 100.000, harga penjualan kawat Rp 20.000 harga penjualan cat minyak dan cat air Rp 100.000, harga penjualan paku Rp 8.000. Anda mampu melayani pelanggan 5 orang per hari, masing-masing membeli 1 kali bahan bangunan. Maka, penghasilan And aper bulan yaitu :

Pasir 1 orang x Rp 150.000 = Rp 150.000

Rp 150.000 x 20 hari = Rp 3.000.000

Besi 1 orang x Rp 100.000 = Rp 100.000

Rp 100.000 x 20 hari = Rp 2.000.000

Kawat 1 orang x Rp 20.000 = Rp  20.000

Rp 20.000 x 20 hari = Rp 400.000

Paku 1 orang x Rp 8.000 = Rp 8.000

Rp 8.000 x 20 hari = Rp 160.000

Cat air dan minyak 1 orang x Rp 100.000 = Rp 100.000

Rp 100.000 x 20 hari =  Rp 2.000.000

Jadi penghasilan Anda per bulan yaitu Rp 7.560.000

  1. Keuntungan Yang Diperoleh

Total pendapatan – Total pengeluaran = Laba

Rp 7.560.000 – Rp 5.410.000 = Rp 2.150.000

  1. Analisa SWOT

Strenght (kekuatan) :

  • Modal awal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak tetapi keuntungan yang didapatkan cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda  dan keluarga Anda.

Weakness (kelemahan) :

  • Jika toko bangunan terkadang ada beberapa orang yang belum membayar lunas.

Opportunity (peluang) :

  • Bahan bangunan banyak dibutuhkan oleh orang.

Treath (ancaman) :

  • Banyak orang yang membuka toko bangunan sehingga Anda harus benar-benar bisa bersaing.
  1. Tips Menghemat Uang
  • Target Konsumen

Konsumen untuk usaha Anda tidak jauh lagi berupa orang yang akan membangun rumah. Selain itu, para arsitek tentu membutuhkan bahan bangunan dalam pekerjaannya. Jadi untuk masalah target konsumen sudah tidak ada kendala lagi.

Jadi ketika Anda sudah mengerti target konsumen Anda, untuk menghemat modal awal harus membeli barang yang dibutuhkan konsumen yang telah Anda targetkan.

  • Strategi Pemasaran

Sekarang banyak orang yang memiliki akun media sosial, dan Anda juga tentu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan bisnis Anda. Perlu Anda ketahui bahwa promosi di media online mampu menarik banyak masyarakat.

Untuk menjadi pelanggan Anda karena media sosial bersifat publik. Siapa saja bisa melihatnya bahkan sampai luar negeri saja tetap bisa melihat postingan Anda dan yang pasti akan menghemat modal untuk biaya promosi.

  • Tempat Strategis

Usaha toko bangunan tentu membutuhkan tempat yang strategis. Selain promosi, penentuan tempat yang strategis tentu berpengaruh besar terhadap kemajuan usaha Anda. Dimana tempat yang cocok untuk usaha Anda?

Contohnya saja  seperti di tepi jalan ataupun di tempat lainnya yang mudah terjangkau pandangan masyarakat. Tapi jika ingin menghemat modal carilah tempat dengan biaya sewa murah dan lokasi strategis atau bahkan bisa dimulai dari berjualan di rumah.

  • Karyawan Usaha

Saya rasa usaha Anda saat ini memerlukan banyak karyawan yang nantinya akan dibagikan sesuai keahlian masing-masing. Ada yang menjadi kasir, ada yang khusus mengantarkan bahan bangunan dan lain sebagainya.

Tetapi demikian Anda tentu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menggaji kerja mereka. Jadi untuk mengurangi pengeluaran gaji karyawan untuk awal usaha, Anda harus menjalankan usaha sendiri terlebih dahulu.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *