Press "Enter" to skip to content

Peluang Usaha Ternak Domba

Flirki Andek 0

Last updated on Februari 21, 2019

Usaha ternak domba ini memiliki banyak peminat yang tinggi dan untuk persingannya sangat minim. Potensi untuk membuka usaha ini sangat besat dan terbuka dengan lebar. Jika anda menjalankan bisnis ternak domba dengan sistem yang baik dan benar maka anda akan menghasilkan produk domba yang di harapkan.

Peluang Usaha Ternak Domba
sumbe : kabartani.com

Untuk melakukan ini sangat mudah, anda hanya butuh keuletan untuk merawat dombanya dan anda butuh kesabaran, agar usaha ini berjalan dengan lancar. Modal yang di butuhkan untuk melakukan usaha tidaklah besar. Teknik dan cara untuk merawat dombanya tidaklah sulit.

Untuk melakukan ternak domba ini bisa di lakukan oleh semua orang. asalkan anda mempunyai kemauan untuk membuka usaha ini dan menjalankannya dengan baik makan usaha anda akan berjalan dengan lancar. Konsumen untuk ternak domba tidaklah sulit, mulai dari orang yang suka dengan domba dan memelihara domba. Untuk membuka usaha ini di butuhkan beberapa pealatan agar usaha anda berjalan dengan maksimal, untuk ternak domba anda juga bisa memasarkan domba ke pasar hewan.

1. Persiapan Awal Usaha Ternak Domba

Untuk membuka bisnis ternak domba anda harus memperhatikan :

– Karyawan : untuk membuka usaha ini, anda hanya butuh satu orang saja, karena ini sebagai pemula agar tidak rugi.

– Bibit : anda harus memilih bibit domba dengan kualitas yang bagus, dn dai bibit yang sehat tidak sering terjangkit penyakit. Dengan kualitas yang bagus maka akan menghasilkan pertumbuhan ternak yang bagus pula. Carilah domba yang aktif, licah, memiliki pandangan mata yang jernih, tubuh yang normal, tidak tercadapt kecacatan, memiliki umur sekitar 1,5 samapi 3 tahun.

– Ciri ciri domba yang baik : memiliki tumbuh yang besar dan pendek. Tumit kaki yang kuat, lehernya pedek dan tebal.

2. Rincian Modal awal :

Bakalan15 kg x Rp 65.000 Rp 975.000
Pakan dan tenaga kerjaRp 3000 x 100 per hariRp 300.000
Obat-obatanRp 20.000
TotalRp 1.295.000

Biaya variabel :

Daun daunanRp 25.500 x 30Rp 765.000
Pakan tambahanRp 23.500 x 30Rp 705.000
VaksinRp 21.500 x 30Rp 645.000
Alat habis pakaiRp 14.500 x 30Rp 435.000
MinumanRp 7.500 x 30Rp 225.000
KarungRp 500 x 30Rp 15.000
BBMRp 24.000 x 30Rp 720.000
Lain lainRp 7.000 x 30Rp 210.000
Air dan listrikRp 15.500 x 30Rp 465.000

Total biaya variabelnya adalah Rp. 4.185.000

Potensi pendapatan :

Penjualan domba                    Rp 1.625.000

3. Perhitungan Keuntungan 100 per hari

Rp 1.625.000 – Rp 1.295.000 = Rp 330.000

Jika satu ekor domba dijual dengan harga 99.000, maka ketika menjual 10 ekor maka akan mendapat keuntungan Rp 990.000, jika 50 ekor dapat terjual dalam sebulan maka akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 4.950.000.

ROI

Rp 1.625.000 – Rp 1.295.000 / Rp 1.295.000 x 100 % adalah sebesar 100 % maka akan mendapatkan ROI 25 %.

Peralatan :

– Pembuatan kandang domba

– Sewa lahan

– Bibit domba

– Tempat makan domba

– Tempat minum domba

– Pembersihan kandang

– Mesin penggiling untuk makan

– Sekop

– Selang air

– Terpal

– Timba

4. Tips untuk menghemat biaya

Untuk mengurangi biaya awal Anda harus mencari makan sendiri terlebih dahulu dibandingkan dengan membelinya sehingga akan menghemat pengeluaran untuk membeli pakan ternak.

5. Analisa SWOT

Strength (kekuatan) : Keuntungan yang didapatkan cukup lumayan karena usaha ini bisa dijalankan tanpa menyewa tempat untuk usaha ketika memiliki kelebihan lahan di samping atau belakang rumah.

Weakness (kelemahan) : Tetangga atau warga sekitar akan merasa tidak nyaman dengan bau kotoran ternak, sehingga ada kemungkinan tetangga atau warga tidak menyukai Anda berternak domba.

Opportunity (peluang) : Peluang sangat bagus karena hampir setiap tahun banyak orang membutuhkan kurban, aqiqah dan juga sering dijadikan aneka masakan di rumah makan dan restoran.

Treath (ancaman) : Ancaman yang paling sering dialami ketika berternak domba adalah penyakit pada doma serta ketersediakan pakan daun-daunan yang semakin sulit karena semakin sedikit lahan yang ditumbuhi rumput dan daun-daunan untuk pakan ternak.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *