Peluang Usaha Penggilingan Gabah/Padi serta Analisa Usahanya

Persiapan Awal jika Anda yang memiliki keinginan membuka usaha penggilingan padi, Anda tentu harus menyiapkan hal-hal berupa :

– Peralatan menggiling padi

Seperti yang sudah Anda ketahui, orang menggiling padi kebanyakan menggunakan mesin bukan? Berarti hal yang harus Anda persiapkan yaitu mesin penggiling padi.

– Tempat yang strategis

Biasanya orang yang membuka usaha ini dominan berada di pedesaan. Mereka terkadang membuka usaha ini di rumah sendiri dalam arti lain tidak terdapat sebuah toko atau ruko dan lain sebagainya.

Mengapa? Karena orang di desa terkadang kenal satu sama lain, jadi akan lebih mudah dalam membuka bisnis penggilingan padi ini. Tetapi jika Anda ingin membuka toko juga bisa, dan saya sarankan agar memiliki tempat yang luas dan tidak kumuh agar masyarakat senantiasa datang ke toko Anda untuk menggunakan jasa Anda.

RECOMENDED
Peluang Usaha Budidaya Jahe Merah

– Target konsumen

Biasanya yang membutuhkan jasa Anda yaitu para petani. Jadi Anda sudah tidak perlu lagi bingung mencari target konsumen karena petani di daerah Anda tentunya tidak hanya sekedar 1 orang saja.

Peluang Usaha Penggilingan Padi
sumber : steemkr.com

Jika semua hal persiapan awal yang harus dipertimbangkan diatas telah Anda rencanakan dan buat, maka selanjutnya adalah masuk ke tahap perhitungan modal awalnya, hitungan pendapatan perbulan, biaya dan keuntungan bersih usaha penggilingan padi.

Perhitungan Modal Awal

Seperti yang sudah saya singgung tadi, Anda yang ingin membuka usaha ini hanya membutuhkan satu alat saja yaitu mesin penggiling padi, sepeti wadah atau karung terkadang sudah dipersiapkan oleh pelanggannya. Mesin penggiling umumnya memiliki harga Rp 24.000.000 untuk mesin yang baru.

RECOMENDED
Peluang Usaha Cabe Rawit Dalam Polybag dan Analisa Usahanya

Pendapatan Per Bulan

Orang yang menggunakan jasa penggilingan padi biasanya langsung memberi dengan satuan kwintal dengan tujuan lebih menghemat biaya penggilingan.

Untuk biaya penggilingan padi per kilogram Anda bisa mematok harga sendiri, tetapi rata-rata orang mematok dengan harga 600/kg. Misalnya saja perhari Anda menggiling padi 30 kwintal atau sama saja dengan 3000 kg. Maka pendapatan per bulan yaitu :

3.000 kg  x  Rp 600  =  Rp 1.800.000

Rp 1.800.000  x  24 hari (kerja)  =  Rp 43.200.000

Biaya

Anda tidak hanya mengeluarkan biaya untuk membeli mesin saja, Anda masih membutuhkan bensin sebagai alat penggerak mesin.

Bensin 9 liter/hari  =  Rp 9.000 x 9 liter = Rp 81.000

RECOMENDED
Peluang Usaha Budidaya Kayu Gaharu dan Analisa Usahanya

Dalam satu bulan = Rp 81.000 x 24 hari = Rp 1.944.000

Biaya tenaga kerja (3) = Rp 1.400.000 x 3 = Rp 7.200.000

Keuntungan yang didapatkan per bulan

Total pendapatan – Total biaya

Rp 43.200.000 – Rp 7.200.000 = 36.000.000

Baca juga
Analisa Usaha Tani Jagung Analisa Budidaya Cabe Merah
Analisa Usaha Budidaya Pohon Kakao Analisa Usaha Budidaya Kapulaga
Analisa Budidaya Jambu Air Cara Menanam Pohon Kakao

Analisa SWOT

Strenght (Kekuatan) : Pengusaha penggilingan padi mementingkan kualitas yang diberikan untuk pelanggannya.

Weakness (Kelemahan) : Memerlukan fisik yang tidak mudah lelah ketika harus menggiling padi sampai berapa kwintal per karung, dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk membantu dalam memajukan usaha Anda.

Opportunities (Peluang) : Banyak yang membutuhkan jasa Anda karena padi yang digiling menjadi beras tentu menjadi bahan pokok dalam keluarga yang memang harus terpenuhi di setiap rumah tangga.

RECOMENDED
Peluang Usaha Distributor Pupuk dan Analisa Usahanya

Threats (Ancaman) : Banyak pesaing yang memiliki pengetahuan lebih mengenai penggilingan padi, jika belum masa panen terkadang pengusaha penggilingan padi akan mengganggur sementar.

Cara Menghemat Modal

Sudah saya perjelas mengenai modal awal yang harus dikeluarkan dalam memulai bisnis penggilingan padi.

Memang cukup banyak uang yang dikeluarkan, lalu bagaimana caranya jika modal tidak langsung habis? Anda bisa membeli mesin penggiling padi yang bekas tetapi masih lancar jika dipakai.

Anda bisa membeli yang baru jika suatu saat nanti penghasilan Anda semakin banyak. Dengan demikian Anda bisa menghemat uang untuk keperluan yang lainnya.

[Total: 1    Average: 5/5]

Recommended For You

Disclaimer :

Diantara sebagian artikel di blog kami biasanya berisi informasi dari banyak macam sumber referensi. Hak cipta berupa teks, gambar, video serta link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika terdapat masalah terkait hal tersebut, Anda dapat menghubungi kami melalui pesan kontak disini.

About the Author: Fikky Andika

Hidupku selalu ingin berbagi, suka melakukan hal-hal diluar kewajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *