Peluang Usaha Budidaya Kakao, Analisa Swot dan Perkiraan Modal

Di AgriBisnis 142 views

Persiapan memulai usaha budidaya kakao memang membutuhkan banyak hal, dari menganalisis pasar, menyiapkan modal, memilih lokasi lahan tanam dan lain sebagainya.

1. Cara Memulai Usaha Tani Kakao

Maka untuk mempermudah Anda memulai usaha ini, hal-hal berikut ini harus diperhatikan dengan baik-baik seperti :

– Pelaku usaha

Usaha ini bisa dijalankan oleh semua orang. Anda yang sedang bingung mencari pilihan usaha yang tepat, dengan niat dari hati Anda, budidaya kakao bisa menghasilkan uang dengan banyak.

– Konsumen

Konsumen kakao dapat Anda cari dengan mudah, karena sekarang tentu banyak perusahaan yang bergerak di bidang makanan, kakao tentu akan banyak dibutuhkan di perusahaan makanan tersebut.

– Peralatan usaha untuk budidaya

Dalam budidaya kakao membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya yaitu pembukaan atau penyewaan lahan kakao, bibit tanaman kakao, keranjang panen, timbangan, gerobak dorong, timba, selang air, mesin semprot, golok dan sabit, cangkul, gunting, dan terpal. Dengan adanya peralatan tersebut maka usaha ini akan semakin maksimal.

– Lokasi strategis pemasaran hasil panen kakao

Dalam perdagangan tentu akan ada yang namanya pemasaran dengan tujuan menambah penghasilan Anda. Strategi pemasaran kakao jika dijual di pasar mungkin sulit, Anda bisa membuat brosur dan disebarkan ke perusahaan besar lainnya agar mereka tertarik dengan usaha Anda.

– Karyawan

Budidaya kakao tidak cukup jika dijalankan oleh satu orang saja, tentu akan banyak tumbuhan kakao yang Anda budidaya sehingga menghasilkan kakao yang lebih banyak. Dengan demikian Anda memerlukan karyawan untuk membantu Anda dalam menjalankan usaha modal kecil.

2. Perhitungan Modal dan Menentukan Harga Jual

Anda bisa mematok harga penjualan kisaran Rp 20.000 sampai dengan Rp 60.000 per kilogram disesuaikan dengan harga pasar.

Analisa bisnis budidaya kakao

Peralatan Harga
Pembukaan/Penyewaan lahan kebun kakao Rp 2.900.000
Bibit buah kakao Rp 1.800.000
Wadah panen Rp 180.000
Timbangan Rp 195.500
Gunting, terpal, dan selang air Rp 160.500
Cangkul Rp 170.500
Pompa air Rp 220.000
Gerobak dorong RP 320.500
Alat timba RP 35.800
Alat semprot Rp 230.600
Sabit dan golok Rp 70.000
Peralatan tambahan lainnya Rp 25.600
Jumlah Investasi Rp 6.309.000

Biaya Operasional per Bulan

Biaya Tetap Nilai
Pembukaan lahan kebun kakao  1/12 x Rp. 2.900.000 Rp 241.666
Bibit buah kakao 1/62 x Rp. 1.800.000 Rp 29.032
Wadah panen 1/44 x Rp 180.000 Rp 4.090
Timbangan 1/62 x Rp 195.500 Rp 3.153
Selang air, terpal, dan gunting 1/62 x Rp 160.500 Rp 2.588
Cangkul 1/44 x Rp. 170.500 Rp 3.875
Pompa air 1/62 x Rp 220.000 Rp 3.548
Gerobak dorong 1/62 x Rp 320.500 Rp 5.169
Timba 1/44 x Rp. 35.800 Rp 813
Alat semprot  1/62 x Rp 230.600 Rp 3.719
Golok dan sabit 1/62 x Rp. 70.000 Rp 1.129
Peralatan tambahan 1/44 x Rp. 25.600 Rp 581
Upah karyawan Rp 1.500.000
Total Biaya Tetap Rp 1.799.363

Biaya Variabel

Harga Jumlah
Pupuk Rp 26.000 x 30 Rp 780.000
Rafia Rp 5.000 x 30 Rp 150.000
Pestisida Rp 38.500 x 30 Rp 1.155.000
Biaya lainnya Rp 15.000 x 30 Rp 450.000
Biaya transportasi Rp 28.000 x 30 Rp 840.000
Biaya pengemas Rp 10.000 x 30 Rp 300.000
BBM Rp 25.000 x 30 Rp 750.000
Total Biaya Keseluruhan Rp 4.425.000

3. Total Biaya Operasional

Biaya tetap + biaya variabel

Rp 1.799.363 + Rp 4.425.000 = Rp 6.224.363

Tips Menghemat Modal

Anda tentu ingin uang yang disediakan tidak langsung habis hanya untuk modal saja, lalu bagaimana cara menghematnya?

– Menghemat uang bukan hal yang susah, itu tergantung niat dari hati Anda.

– Cara menghemat uang yaitu dengan membeli peralatan yang penting saja.

– Jika sekiranya Anda sudah memiliki alat tersebut lebih baik di pakai saja jangan membeli yang baru.

4. Total Pendapatan

Misalkan Anda menjual kakao per kilo dengan harga Rp 18.000 dan Anda mampu menjual 15 kg dalam sehari, maka penghasilan Anda perbulan yaitu :

15 kg  x  Rp 18.000  =  Rp 270.000

Rp 270.000  x  30 hari  =  Rp 8.100.000

5. Menghitung Keuntungan yang Didapatkan

Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

Rp 8.100.000 – Rp 6.224.363 = 1.875.637

Baca juga :

Peluang Usaha Warung Sayuran

6. Analisa SWOT

Strength (Kelebihan) : Keuntungan yang didapatkan lumayan banyak dan menguntungkan.

Weakness (kelemahan) : Perlu mempekerjakan orang untuk membantu usaha Anda, dengan demikian Anda harus menyisakan penghasilan tersebut untuk menggaji karyawan.

Opportunity (peluang) : Kakao dibutuhkan banyak orang terutama bagi perusahaan.

Treath (Resiko) : Memiliki banyak pesaing.

author
Penulis: 
    Peluang Usaha Distributor Pupuk dan Analisa Usahanya
    Peluang Usaha Distributor Pupuk dan Analisa Usahanya
    Dengan semakin terbukanya peluang kerja pada bidang
    Peluang Usaha Pepaya California
    Peluang Usaha Pepaya California
    Peluang Usaha Pepaya California apakah masih sangat
    Peluang Usaha Kangkung Hidroponik
    Peluang Usaha Kangkung Hidroponik
    Peluang Usaha Kangkung Hidroponik masih sangat bagus, dan
    Peluang Usaha Budidaya Kopi Arabaika, Analisa Usaha dan Contoh Proposal
    Peluang Usaha Budidaya Kopi Arabaika, Analisa Usaha dan Contoh Proposal
    Peluang Usaha Budidaya Kopi arabika bisa dikatakan
    Peluang Usaha Cabe Rawit Dalam Polybag dan Analisa Usahanya
    Peluang Usaha Cabe Rawit Dalam Polybag dan Analisa Usahanya
    Peluang Usaha Budidaya Cabe Rawit sangalah menjanjikan
    Peluang Usaha Jahe Merah
    Peluang Usaha Jahe Merah
    Peluang Usaha Jahe Merah bisa dikatakan sangat bagus,
    Peluang Usaha Budidaya Kayu Gaharu dan Analisa Usahanya
    Peluang Usaha Budidaya Kayu Gaharu dan Analisa Usahanya
     Peluang Usaha Budidaya Tanaman Gaharu bisa dibilang memiliki

    Tinggalkan pesan "Peluang Usaha Budidaya Kakao, Analisa Swot dan Perkiraan Modal"

    Baca Juga×

    Top